Akhirnya, Tiara dan Adam saling menatap muka, entah mengapa Tiara langsung melihat Adam dan begitu pula sebaliknya. Mereka sempat ada kontak mata sebenta, sampai keduanya sadar bahwa mereka sedang bertatap muka melakukan kontak mata. "Permisi, Bu Zuhra ada?" Tanya Tiara kepada Adam dengan menyebutkan nama Neneknya Adam.
"Eh iya a-a-a-ada sebentar ya mba, nenekkk" Jawab Adam terbata bata sambil memamnggil neneknya.
Sang nenek datang untuk mengambil pesanan kuenya yang di bawa oleh Tiara. Khusus hari ini, neneknya memesan banyak sekali kue kesukaan Adam sewaktu masih kecil seperti : lontong isi sayur sayuran, gorengan gorengan, kue cucur, lemper, dan masih banyak makanan makanan kecil yang di jual didekat rumah neneknya.
"Yaampun nenek, ini banyak banget buat siapa?" Tanya Adam kaget kepada sang nenek.
"Buat kamu dong cucuku sayang" Jawab manis dari neneknya.
"Lhoo ini cucu nenek?" Tanya Tiara.
"Ehlah dalah kalian lupa toh dulu sering main bareng?" Tanya neneknya dengan logat jawanya.
"Main bareng?" Tanya Tiara dan Adam bersamaan. "Eh.." Sekali lagi mereka mengatakannya bersamaan sambil menutupi wajah mereka masing masing karna merah malu.
Ternyata Tiara dan Adam adalah teman kecil yang dulu selalu bermain, dulu Adam pindah ke Jakarta karna Ayahnya akan kerja di sana dan Tiara juga pindah ke Surabaya untuk sekolah disana waktu itu. Tiara kembali ke Bandung sudah 3 tahun lalu dan membantu ibunya berjualan kue, sedangkan Adam baru datang lagi ke Bandung dan tanpa di duga duga mereka bertemu di waktu yang tepat.
"Ohhh ini Tiara yang anaknya Bu Mawar itu ya? Yang dulu kuenya suka aku mintain kalo lagi main?" Tanya Adam kepada neneknya. Dan neneknya hanya mamanggut dan tersenyum.
"Oh masa toh mas? Kok yo beda yo? Muka mas iki ganteng tenan eee" Kata Tiara kepada Adam dengan logat jawa sambil keheranan.
"Kamu juga jadi cantik ya sekarang, hehe long time no see you, Tiara." Kata Adam malu malu.
"Nice to see you, Mas hihihi" kata Tiara malu malu.
"Loh kok ya mas sih ti? Adam aja kenapa sih kaku banget kamu ya" Kata Adam sambil mengeluarkan lidahnya sedikit tanda hanya meledek.
Mereka saling malu malu dan akhirnya suasana di pecah saat sang nenek mulai bicara lagi "hey hey gimana kalo sekarang kalian jalan jalan? Kan kalian sudah lama tidak bertemu."
"Sounds good grandma, do you want it Tiara?" Jawab Adam mantab kepada sang nenek lalu bertanya lagi kepada Tiara.
"I love it hihi" Jawab Tiara malu malu. "Bagaimana jika kita kerumah ku dulu dam? Aku kan belum izin ke Ibu." lanjut Tiara.
"Oh no problem Tiara wherever you want to go to" Jawab Adam dengan mata meyakinkan. I think i can forget you now, Shel.
Akhirnya mereka pergi ke rumah Tiara, cukup sederhana alias tidak terlalu besar tidak terlalu kecil. Adam salim ke Bu Mawar, ibunya Tiara, bersilaturahmi dengan keluarganya Tiara. Adam pun meminta izin kepada Bu Mawar untuk mengajak Tiara jalan jalan dan pastiya Bu Mawar mengizinkannya.
Adam dan Tiara pun jalan jalan di sekitar perumahan tempat neneknya tinggal. Mereka bernostalgia dan mengingat ingat tentang masa kecil mereka dulu. Mereka sampai sekarang masih ingat dengan detail semua kejadiannya dan tampaknya Adam sudah bisa move on dari Shela. Entah dapat keberanian dari mana Adam ingin sekali menanyakan banyak tentang Tiara.
"Ti, udah punya pacar?" Pertanyaan mengejutkan dari Adam yang membuat Tiara langsung deg-degan.
"Be-belum, why do you ask me about that?" Jawab Tiara dengan pertanyaan.
"Aduh. Maaf ti. Aduh aku ngawur hehehehehhee" Jawab Adam cengengesan.
"Kamu kenapa Adam?" Tanya Tiara sambil senyum senyum ke geeran.
"Ga-ga-gapapa ti hehehe" Jawab Adam sambil cengengesan (lagi). Dam, what da fuck you have been thinking about dude.
Adam tidak mau terlalu buru buru untuk menyatakan apa yang ada di hatinya saat ini, karna masih belum yakin, namun kelihatannya Adam jatuh cinta lagi. Is it real? Am i falling in love with her?
Seminggu telah berlalu, namun Adam masih ingin berada di Bandung. Dia tidak hanya rindu kepada keluarganya namun dia tidak mau kehilangan orang lagi. Yup, Adam jatuh cinta kepada Tiara. Dia sangat yakin bahwa wanita itu adalah orang yang tepat untuk di cintai
Sama dengan Adam, Tiara memiliki perasaan yang sama. Tiara merasa nyaman dan aman berada di dekat Adam. Apakah ini namanya Cinta?
Beberapa jam sebelum Adam dan Bunda Azura kembali ke Jakarta Adam menemui Tiara di rumahnya.
"Tiara, aku mau bicara sesuatu sama kamu" Ajak Adam.
"Apa itu Adam?" Tanya Tiara. Will you say that you love me?
"Mungkin ini terdengar aneh buatmu, ini juga sangat mengejutkan bagiku, semua terjadi begitu cepat, namun kurasa ini waktu yang tepat, Tiara, I love you, will you be my queen?" Kalimat tersebut akhirnya terucapkan juga oleh Adam.
Tanpa berfkir panjang lagi Tiara menjawab "I think we're on the same part right now Adam, I love you too and i will be your queen if you want to be my king"
"Yes i want that my queen" Kata Adam sambil memeluk Tiara.
Adam sudah mengatakan ingin kembali pulang ke Jakarta dan berjanji akan menemuinya sebulan sekali. Tiara menyetujuinya, rasa cinta mereka akan menjaga hati mereka satu sama lain walau terpisahkan oleh jarak dan menyita waktu oleh rasa rindu.
If there's a chance for me to come back to the one i love before you, i will take that chance to say to her that i have found someone else and that is you Tiara -Adam
I'm gonna be your queen if you want to be my king this Space of heart will be nothin' if i ain't got ya honey -Tiara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar