Sudah 5 tahun sejak perginya jejak kaki itu, jejak kaki yang tidak akan di lupakan oleh Adam. Jejak kaki Shela. Sepertinya jejak kaki itu masih ada di hati Adam. What's going on with my damn mind, God?
5 tahun yang lalu, di dapati undangan untuk Adam. Undangan pernikahan Shela dan pacarnya. Adam tidak berniat untuk mendatanginya namun apa daya Adam harus berjiwa besar untuk mendatangi pernikahan Shela dengan kekasih barunya. Dengan pakaian ala kadarnya Adam mendatani pernikahan tersebut. Setelah saling berjabat tangan, Adam tidak mau berlama lama di situ memandangi mantan pacarnya yang masih di sayanginya itu menikah dengan orang lain.
Semua masih terngiang ngiang di pikiran Adam. When the fuck can i forget about her?! Arghhhhhhh!!! Adam mengeluh dalam hati. Buat dia tidak ada yang lebih special dari Shela. Bahkan sudah 5 tahun, Adam belum mendapatkan pengganti Shela. Di tempat kerja, di mall, di warnet, di lingkungan rumahnya, di lapangan, dimana pun tidak ada yang bisa menggantikan Shela.
Shela, why do i so hard to forget you? It's too hurt if i always remember you.
DI sebuah lamunan Adam ada suara yang mengejutkannya "Hei mas Adam! Kok ngelamun mulu kerjaan kamu, emang kerjaan kantor kurang?" ternyata itu bundanya Adam, Bunda Azura. Nama yang cukup bagus untuk seorang ibu ibu.
"Eh! Astaga mom, bunda ngagetin aku aja, hehe aku belum bisa move on Bun" Jawab Adam setengah kaget.
Bundanya hanya bisa tersenyum dan tertawa kecil melihat anak laki satusatunya itu ternyata masih terjerat oleh 'Cinta'. "Bagaimana kalau kamu ambil cuti minggu depan? Kita liburan buat refreshing. Kamu kan hampir ga pernah ambil cuti selama kerja." Kata Bunda Azura mengusulkan.
Adam baru sadar sudah bertahun tahun Adam tidak mengambil cuti dari kantor. Maybe this is the time i have to try to forget you.
Di hari yang telah di tentukan oleh sang Bunda, Adam hanya bisa menurut oleh pilihan sang Bunda. Adam pun meminta cuti selama seminggu dari kantor kepada bosnya, dan pasti bosnya membolehkan karna masih banyak kesempatan untuk cuti bagi Adam.
Pergilah ke tempat pilihan sang Bunda, dengan waktunya yang di sesuaikan beliau pula. Bunda Azura memang paling tau caranya untuk menghibur Adam. Mungkin itu mengapa Adam sangat menyayangi sang Bunda.
Ternyata Adam dan sang Bunda pergi ke kota kelahiran Adam. Bandung. Owyeah Bandung! Long time no see you buddy. Selama ini Adam sudah hampir lupa untuk pergi ke tempat ini, mengunjungi rumah neneknya, bertemu dengan sanak saudara dan lain lain. Ya, Adam merasa lebih tenang dan sepertinya sudah bisa melupakan. Aku harap.
Sampai di tanah Bandung, Adam menghirup nafas sedalam dalamnya Hemmmm tidak ada yang lebih nikmat dari ini, terima kasih Tuhan telah ciptakan tempat ini.
Adam dan sang Bunda pergi ke rumah neneknya Adam. Di rumah sang Nenek, Adam bsia bertemu neneknya (sudah pasti), paman pamannya, opungnya, sepupu sepupunya, dan banyak lagi. Disini tempat Adam bisa mencari ketenangan dari gangguan Shela dan kerjaan kerjaan kantornya.
"Yaampun cucuk nenek sudah besar yaaa udah 5 tahun nenek ga ketemu kamu lho adam." kata neneknya penuh rindu.
"WAW! CUCU OPUNG SUDAH BESAR RUPANYA YA!" kata opung (kakek)nya dengan logat bataknya yang khas.
"Hihihihi, nenek, opung, sekarang Adam sudah kerja di sebuah kantor di daerah Jakarta" kata Adam penuh kebanggaan.
Semua orang disitu sangat terkejut sekaligus terharu mendengarnya, dulu Adam yang hanya bisa mengganggu temannya sekarang sudah bisa menjadi orang sukses. Adam pun ikut terharu karna mereka terhar. Namun, lama kelamaan mereka semua bingung mengapa mereka terharu terlalu lama. Akhirnya, suasana di pecah oleh kedatangan Tiara, seorang penjual kue keliling langganan neneknya Adam dan akhirnya........
Bersambung ke Part selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar