"Menyusuri lorong-lorong pikiran dengan kata-kata, mencari makna di antara garis-garis yang tergores." #SayangBangetSamaKamu.
Senin, 16 Juni 2014
Space Bound *Part 1 (If it is called hurt, i swear it's more than that)
So after a year and six months, it’s no longer me that you want But I love you so much it hurts.
Lagu itu masih terdengar di kuping Adam, dia tidur sambil mendengarkan lagu Space Bound nya Eminem yang di repeatnya sampai dia tidur dan bangun lagi. "Ahhh, gile masih aja nyantol di kuping ni headshet" kata Adam bicara sendiri sambil melepas headshet dari kupingnya.
Apakah Adam mendengarkan Space Bound tanpa sebab? That is big NO, Adam is a rapper dan buat dia rapper punya cara sendiri untuk galau. Salah satunya mendengar lagu lagu Rap yang melow.
Adam baru putus dari pacarnya, Shela. Pacarnya gimana ya emmm ketauan selingkuh gitu deh. Jadi ceritanya Adam lagi jalan kaki untuk pulang ke rumah, di perjalanan pulang dia melihat pacarnya bersama lelaki lain turun dari mobil di depan rumah Shela. Shock, detak jantung Adam berdebar sangat kencang dan tangan kanan kirinya sudah membentuk sebuah bola yang siap menghajar siapapun. DI hajar lah si lelaki tersebut.
"Siapa ni cowo?!" sambar Adam dengan berani setelah mnghajar si lelaki.
"Maaf aku bisa jelasin" Kata shela.
"Jelasin ke dia sayang" kata si lelaki itu.
"Sayang?! lu manggil cewe gua sayang?! Emang harus gua kasih pelajaran lu ya!" Kata Adam sambil ingin menghajar lagi. Namun dngan sigap Shela menahan tangan Adam.
"Maaf dam, dia pacar aku yang lain. Selama ini aku punya pacar dan aku, ngeduain kamu dam. Tapi kamu pria yang baik dan tegas, aku selalu nyaman saat bersamamu, namun aku di jodohkan dengan orang tua ku." Jelas Shela.
"WHAT?! But how can it be sweetheart?" tanya Adam penuh kebingungan.
"It's just a long story dam, don't call me 'sweetheart' or 'baby' or what, i have been with him dam, please understand me" kata Shela.
Hampir tak bisa berkata dan hanya dua kata yang bisa di keluarkan Adam "Thanks Shel" kata Adam sambil menoleh dan lari menuju rumahnya. Shela? hahaha it's a good story on my life if she was not with him, hmmm.
Semua kenangannya bersama Shela itu masih melekat di memori Adam.Makan bareng, nonton bareng, suap suapan, cubit cubitan pipi, semua seakan tak bisa pergi begitu cepat. Susah untuk melupakannya. Orang Tua Shela? Dari awal bertemu orang tua Shela sudah tidak merespon baik kepada Adam. Alasannya karna Adam selalu datang kerumah Shela tanpa membawa buah tangan. Adam merespon baik dengan alasan tersebut. Dasar matre! Pikir Adam.
Adam sadar bahwa dia bukanlah yang orang tua shela inginkan, dan Adam sadar bahwa Shela patut mendpatkan pilihan yang baik dari orang tuanya.
Saat terjatuh seperti ini, Adam biasa melamun tanpa sebab, kadang terfikirkan lagi soal dia dan Shela di 'masa lalu' mereka yang indah. Suatu lamunan Adam sempat sedikit dibuyarkan oleh suara dering hpnya di dapati sebuah SMS dari mantannya, Shela.
From : 08122324### <Shela>
Message: Hai Dam, lagi sibuk ga? Kalo engga, bisa ketemuan? Di tempat makan biasa yaa kalo bisa jam 2 aja, sms aku dulu tapi, see you!:)
Sebuah sms yang dirindukan Adam datang saat dia melamun. Mengapa saat ku pikirkan dirimu kau muncul? Apakah ini pertanda bahwa kau akan kembali? Pikir Adam.
Tanpa banyak basa basi Adam meng-iya-kan ajakan Shela. Mereka sudah sepakat akan bertemu di tempat biasa mereka makan 'dulu'. Entah mengapa perasaan Adam mulai membaik, mungkin ada pertanda baik. Pikir Adam. Adam mengirim sms ke Shela untuk mengabarkan dia sudah di jalan dan menju ke tempat makan.
Mobil Adam terasa hampa tanpa Shela di sampingnya. Aroma wangi dari tubuh Shela sudah tidak bisa di rasakan oleh Adam lagi. Tidak ada lagi yang akan cerewet untuk membersihkan mobilnya lagi. Perempuan itu sudah bersama lelaki lain. Tapi mengapa mengajakku untuk bertemu?
Sampai di tempat makan, tanpa diduga ternyata Shela sudah sampai duluan. Bagaimana bisa Adam tau itu adalah Shela? Adam sangat tau pakaian favorit Shela. Sebuah baju lengan panjang berwarna Pink kesukaan Shela yang di berikan Adam di hari ulang Tahun Shela dan sekarang sedang di kenakan oleh Shela.
"Hay shel?" sapa Adam.
"hey dam" sapa balik dari Shela dengan penuh senyum di mukanya.
"Sendiri? Pacar kamu mana?" tanya Adam
"Engga aku sama pacar aku kok itu dia di mobil lagi nungguin" Jawab Shela.
Sial. "Btw ada apa kau mengajakku kemari?"
"Aku hanya ingin minta maaf"
"Sudah ku maafkan, lalu? Bukankah kita sudah berbaikan saat pertengkaranku dengan pacarmu?"
"Aku hanya tidak enak padamu, tinggalkanmu begitu saja"
"Aku mengerti situasinya Shela, mohon sampaikan Salam Maafku pada pacarmu, ngomong ngomong aku masih ada urusan lagi, dan kasian pacarmu kau tinggalkan lama, Semoga kalian berbahagia ya" Kata Adam tegas dan tidak ingin Shela berkata lagi satu kalimatmu, walaupun Adam melihat Shela begitu sedih saat Adam mulai beranjak keluar. Maaf shela, Aku lebih sakit dari yang kamu rasakan sekarang."
Bersambung ke Part selanjutnya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar