Sabtu, 14 Juni 2014

Golongan Darah *Part 2 (This is what we should be)

Sampai di restauran, mereka menempati kursi dan memesan makanan. Mereka berbincang, berbincang apa kesibukan satu sama lain, dan di tengah pembicaraan Layla menghajar Michael dengan pertanyaan "oh iya, bagaimana pacarmu Bella? She'll be so angry if she know we are here". Mendengar kalimat yang berlanjut pertanyaan tersebut, Michael langsung melamun seperti habis melihat hantu. "Maaf, aku salah ngomong ya Michael?"

Tak begitu lama Michael tersadar dari lamunan "Eh! Maaf Bella, ah maksudku Layla, maaf aku melamun dan aku salah memanggil namamu."

"It's okey Michael, jawab dong pertanyaan aku!" balas Layla tanpa dendam dan memaksa kecil Michael untuk menjawab pertanyaannya.

"Me and Bella just broke up bel" kata Michael penuh kecewa dan mukanya langsung lesu. Bella? Jangan ingat dia lagi Michael! Dia mengeluh dalam hati.

"Oops, i'm so sorry Michael, i just dunno" kata Layla penuh rasa tak enak.

"It's okey layla, aku juga berencana mau menceritakan ini kok kekamu, tadinya sih mau nanti tapi kamu maksa aku ceritain sekarang sih" kata Michael  dengan nada meledek dan sambil menjulurkan lidahya keluar mulut sedikit.

"Ihhhh, jahat kamu ah baru ketemu udah bikin bete! Ngeselin!!" kata Layla kesal, dan mencubit kecil tangan Michael yang cukup besar.

"Adadaw, hey cubitan kamu yang kecil itu cukup bisa buat aku gabisa bayar makanan kita sekarang karna susah mengambil dompet lho, kamu gamau kan ambil dompetku di kantong belakang?" jawab Michael meledek lagi.

"AU AH BODO, MALES PUNYA TEMEN LEBAY!" kata Layla sangat kesal.

"Utuk utuk utuk, temen mungil ku marah ih lucu deh" Michael menjawab penuh canda. Michael dan Layla memang suka bercanda seperti ini, biasanya sih kalo sudah ngambek, Layla pengennya di traktir makan, apa aja, baso, sate, ketoprak apapun dia akan makan. Karna sekarang mereka berdua sedang di restauran Michael bisa dengan bebas ngejekin Layla, dan melupakan pacarnya. Aku tak mau sebut nama wanita jahat itu lagi, tak mau lagi.

Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan datang. Mereka makan bersama layaknya mereka adalah pasangan. Michael seperti sudah lupa akan sakitnya terhadap Bella namun kenangan itu tak kan pernah terlupakan. Amat manis. God damn it, i used to do this with that fuckin girl, make me forget about her at all God, please. 

Selesai mereka makan, seperti teman lama yang sudah lama tidak bertemu Layla nampak rindu bermain bersama temannya yang besar dan berkulit rada gelap itu. "jalan dulu yuk? Aku bete tau di rumah mulu sumpek." pinta Layla.

"kamu emang mau kemana Layla? Aku siap kok nganterin dan nemenin kamu" Kata Michael. Why the fuck
do i say this to Layla, huh, i used to say this to Bella, God please.

"Kemana aja asal sama kamu deh!" kata Layla bersemangat seperti anak kecil yang ingin di ajak jalan jalan. I miss you so much Michael, i want to be with you much longer, i love you.

Sebenernya, diam diam semenjak SMA rasa ingin 'hanya berteman' yang di rasakan Layla sudah berubah. Layla tidak pernah ingin punya pacar lain selain Michael. Tidak pernah akan mau. Michael buat Layla lebih dari seorang teman, Layla yakin untuk memilih Michael. Sangat amat yakin.

Mereka berdua masuk ke mobil Michael. Aroma mobil Michael yang khas tidak pernah akan di lupakan Layla walaupun sudah hampir 3 tahun Layla tidak masuk ke mobil itu. That's a long time i ain't with ya Michael, don't leave me anymore.

"kita ke puncak aja ya?" ajak Michael.

"YA! AYO!!" jawab Layla semangat.

Akhirnya mereka pergi ke puncak, sampai di puncak mereka membeli jagung bakar, minum susu jahe, dan lain lain. Ini yang Layla suka, kehangatan pertemanan mereka. Layla seperti tergerak hatinya untuk mengatakan sesuatu kepada Michael.

"Michael"

"Ya ada apa Layla?"

"Golongan darah kamu apa sih? aku lupa"

"A, kenapa?"

"cie sama kayak aku, kalo aku sayang sama kamu?"

Mendengar itu, muka Michael langsung memerah padam, Layla tahu. Michael merasa seperti hati kecilnya yang telah tersakiti itu, di ketuk lagi oleh Layla. Dan Michael membiarkannya masuk.

"Cie sama kayak aku" Jawab Michael untuk pertanyaan Layla.

Kali ini Layla yang bergantian mukanya memerah padam. Akhirnya kedua sejoli itu malam itu seperti pengantin baru, malu malu dan merasakan hal yang sama. Jatuh Cinta.

"Do you want to be my last, lay?" tanya Michael sambil memegang kedua tangan Layla.

"This is what i have been waiting for you to asking me about this, and i dont wanna waste my time to say no"
jawab Layla.

"Aku anggap jawaban kamu iya" Kata Michael.

"Don't leave me anymore Michael" kata Layla sambil memeluk Michael.

"No more, layla, this is my promise for you" kata Michael sambill memeluk Layla.

Mungkin ada orang yang dulu aku sayang dan mungkin sangat amat ku sayang. Namun, aku tau sekarang siapa yang harusnya aku sayang. Dan itu kamu Layla. -Michael

Maybe i must wait for you for a long time, wait for you to come to me, say you love me, and be with me forever, but i knew now, I wait for you and you get me now. -Layla


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

You'll Love This Sh#t

Cari Blog Ini