Selasa, 07 April 2020

Kamu yang Susah Buat Jatuh Hati - Udah Lama Suka

Pernah ga sih berada dalam situasi, suka sama temen sendiri? Gue sih ga sekali dua kali. Kalo dalam istilah jago, gue udah paling expert. Entah berapa perempuan udah "pernah" ilfeel sama gue ketika tahu kalo gue suka sama mereka. Emang gue tuh orangnya suka buru-buru. Padahal kalo orang Jawa bilang "Ojo kesusu" artinya jangan minum susu *bukan itu artinya bego* sorry maksudnya "jangan buru buru".

Kayak waktu SMP, gue pernah temenan sama seorang perempuan di kelas gue waktu baru banget masuk kelas 1. Jelas, gue tidak sebodoh untuk memperlihatkan bahwa gue suka sama dia. Saat itu umur gue 13 tahun mungkin. Umur yang sangat tidak cukup untuk berpacaran. 

Suatu hari gue cerita sama beberapa temen yang mungkin bisa gue percaya. Namun, entah siapa membocorkan kalo gue suka sama cewe ini dan satu kelas Ceng Ceng in gue sampe ke guru juga. 

Pernah suatu hari kelas Matematika, gurunya emang selaw gila dan mudah buat dekat sama siswa. Entah apa yang gue lakukan waktu itu sampe pada akhirnya gue di kasih hukuman untuk maju ke depan cewe yang gue suka.

"Kamu katanya suka sama dia" kata guru matematika gue.

"Hah?!" Gue cuma bisa melongo ketika di omongin kayak gitu.

"Tanya dong, kenapa dia rambutnya dipendekin"

Saat itu, rambut dia di pendekin. Untuk ukuran cewe SMP kelas 1, dia adalah anak perempuan yang cantik. Panjang aja gue demen kan apalagi rambutnya pendek. Jujur, saat dia potong rambut pendek, gue ga bisa memalingkan mata gue ke arah perempuan lain. Saat itu.

Gue lihat mata dia, jelas ga nyaman ketika ada cowo culun yang baru sunat berdiri dengan grori di depan dia dan pasti dia ga suka. Namun sepertinya dia juga gamau bikin kami berdua malu, dengan grogi nanya "kenapa rambutnya di pendekin?" 

Memang, dia adalah bidadari surga yang tanpa marah atau menunjukkan tampang bete dan dengan gerakan tangan "biar ga panas aja hehehe"

Mungkin saat perempuan lain digituin didepan kelas akan nangis atau bete, tapi dia yang jelas tidak suka sama gue masih bisa senyum dan ketawa. Bahkan didepan gue.

Ketika naik kelas gue sama dia ga sekelas. Jelas, ini bukan pertanda jodoh. Karena pada akhirnya memang kita tidak saling jatuh cinta atau saling dekat. Bahkan sampai lulus SMP gue ga pernah ngobrol lagi sama dia. Cuma bisa menatapi dia yang suka masih lalu lalang depan mata gue dan masih main sama mantannya temen gue si Ijar. Pernah gue ceritain di beberapa tulisan yang lalu. 

Saat itu kelas 3 gue sama Ijar akhirnya sekelas. Emang udah takdir bakal jadi sahabat, gue sama Ijar ga sadar duduknya barengan. Setiap istirahat pertama gue sama Ijar sholat Dhuha sebelum kekantin. Saat beres Dhuha, gue sama Ijar pake sepatu dan dia lewat sambil ketawa.

"Lo tau ga sih?" Kata gue.

"Tau apaan orang lu ga ngasi tau" jawab Ijar

"Iya ya, ah gini Lo liat cewe yang tadi?"

"Si anu?"

"Iya, gue pernah naksir sama dia dulu kelas 1"

"Yaelah tur, ngaca apa ngaca, yuk ah gue laper"

Kadang omongan sahabat sendiri, bisa bikin kita sadar kenapa orang yang kita suka akan susah jatuh hati sama kita. Bukan karena tampang ga mendukung tapi mungkin berbeda perasaan aja. Dia ga suka sama gue. Sesimple itu sebenarnya hidup, kadang kita yang bikin ribet.


*Cerita ini sebagian yakni hanyalah fiksi belaka, beberapa adegan dalam cerita di buat agar menarik untuk di baca. Mohon agar pembaca bijak dalam menyikapinya.*

You'll Love This Sh#t

Cari Blog Ini