Rabu, 18 Juni 2014

Space Bound *Part 3 (Hey, what's your name?)

Akhirnya, Tiara dan Adam saling menatap muka, entah mengapa Tiara langsung melihat Adam dan begitu pula sebaliknya. Mereka sempat ada kontak mata sebenta, sampai keduanya sadar bahwa mereka sedang bertatap muka melakukan kontak mata. "Permisi, Bu Zuhra ada?" Tanya Tiara kepada Adam dengan menyebutkan nama Neneknya Adam.

"Eh iya a-a-a-ada sebentar ya mba, nenekkk" Jawab Adam terbata bata sambil memamnggil neneknya.

Sang nenek datang untuk mengambil pesanan kuenya yang di bawa oleh Tiara. Khusus hari ini, neneknya memesan banyak sekali kue kesukaan Adam sewaktu masih kecil seperti : lontong isi sayur sayuran, gorengan gorengan, kue cucur, lemper, dan masih banyak makanan makanan kecil yang di jual didekat rumah neneknya.

"Yaampun nenek, ini banyak banget buat siapa?" Tanya Adam kaget kepada sang nenek.

"Buat kamu dong cucuku sayang" Jawab manis dari neneknya.

"Lhoo ini cucu nenek?" Tanya Tiara.

"Ehlah dalah kalian lupa toh dulu sering main bareng?" Tanya neneknya dengan logat jawanya.

"Main bareng?" Tanya Tiara dan Adam bersamaan. "Eh.." Sekali lagi mereka mengatakannya bersamaan sambil menutupi wajah mereka masing masing karna merah malu.

Ternyata Tiara dan Adam adalah teman kecil yang dulu selalu bermain, dulu Adam pindah ke Jakarta karna Ayahnya akan kerja di sana dan Tiara juga pindah ke Surabaya untuk sekolah disana waktu itu. Tiara kembali ke Bandung sudah 3 tahun lalu dan membantu ibunya berjualan kue, sedangkan Adam baru datang lagi ke Bandung dan tanpa di duga duga mereka bertemu di waktu yang tepat.

"Ohhh ini Tiara yang anaknya Bu Mawar itu ya? Yang dulu kuenya suka aku mintain kalo lagi main?" Tanya Adam kepada neneknya. Dan neneknya hanya mamanggut dan tersenyum.

"Oh masa toh mas? Kok yo beda yo? Muka mas iki ganteng tenan eee" Kata Tiara kepada Adam dengan logat jawa sambil keheranan.

"Kamu juga jadi cantik ya sekarang, hehe long time no see you, Tiara." Kata Adam malu malu.

"Nice to see you, Mas hihihi" kata Tiara malu malu.

"Loh kok ya mas sih ti? Adam aja kenapa sih kaku banget kamu ya" Kata Adam sambil mengeluarkan lidahnya sedikit tanda hanya meledek.

Mereka saling malu malu dan akhirnya suasana di pecah saat sang nenek mulai bicara lagi "hey hey gimana kalo sekarang kalian jalan jalan? Kan kalian sudah lama tidak bertemu."

"Sounds good grandma, do you want it Tiara?" Jawab Adam mantab kepada sang nenek lalu bertanya lagi kepada Tiara.

"I love it hihi" Jawab Tiara malu malu. "Bagaimana jika kita kerumah ku dulu dam? Aku kan belum izin ke Ibu." lanjut Tiara.

"Oh no problem Tiara wherever you want to go to" Jawab Adam dengan mata meyakinkan. I think i can forget you now, Shel.

Akhirnya mereka pergi ke rumah Tiara, cukup sederhana alias tidak terlalu besar tidak terlalu kecil. Adam salim ke Bu Mawar, ibunya Tiara, bersilaturahmi dengan keluarganya Tiara. Adam pun meminta izin kepada Bu Mawar untuk mengajak Tiara jalan jalan dan pastiya Bu Mawar mengizinkannya.


Adam dan Tiara pun jalan jalan di sekitar perumahan tempat neneknya tinggal. Mereka bernostalgia dan mengingat ingat tentang masa kecil mereka dulu. Mereka sampai sekarang masih ingat dengan detail semua kejadiannya dan tampaknya Adam sudah bisa move on dari Shela. Entah dapat keberanian dari mana Adam ingin sekali menanyakan banyak tentang Tiara.

"Ti, udah punya pacar?" Pertanyaan mengejutkan dari Adam yang membuat Tiara langsung deg-degan.

"Be-belum, why do you ask me about that?" Jawab Tiara dengan pertanyaan.

"Aduh. Maaf ti. Aduh aku ngawur hehehehehhee" Jawab Adam cengengesan.

"Kamu kenapa Adam?" Tanya Tiara sambil senyum senyum ke geeran.

"Ga-ga-gapapa ti hehehe" Jawab Adam sambil cengengesan (lagi). Dam, what da fuck you have been thinking about dude.

Adam tidak mau terlalu buru buru untuk menyatakan apa yang ada di hatinya saat ini, karna masih belum yakin, namun kelihatannya Adam jatuh cinta lagi. Is it real? Am i falling in love with her?

Seminggu telah berlalu, namun Adam masih ingin berada di Bandung. Dia tidak hanya rindu kepada keluarganya namun dia tidak mau kehilangan orang lagi. Yup, Adam jatuh cinta kepada Tiara. Dia sangat yakin bahwa wanita itu adalah orang yang tepat untuk di cintai

Sama dengan Adam, Tiara memiliki perasaan yang sama. Tiara merasa nyaman dan aman berada di dekat Adam. Apakah ini namanya Cinta?

Beberapa jam sebelum Adam dan Bunda Azura kembali ke Jakarta Adam menemui Tiara di rumahnya. 

"Tiara, aku mau bicara sesuatu sama kamu" Ajak Adam.

"Apa itu Adam?" Tanya Tiara. Will you say that you love me?

"Mungkin ini terdengar aneh buatmu, ini juga sangat mengejutkan bagiku, semua terjadi begitu cepat, namun kurasa ini waktu yang tepat, Tiara, I love you, will you be my queen?" Kalimat tersebut akhirnya terucapkan juga oleh Adam.

Tanpa berfkir panjang lagi Tiara menjawab "I think we're on the same part right now Adam, I love you too and i will be your queen if you want to be my king"

"Yes i want that my queen" Kata Adam sambil memeluk Tiara.

Adam sudah mengatakan ingin kembali pulang ke Jakarta dan berjanji akan menemuinya sebulan sekali. Tiara menyetujuinya, rasa cinta mereka akan menjaga hati mereka satu sama lain walau terpisahkan oleh jarak dan menyita waktu oleh rasa rindu.

If there's a chance for me to come back to the one i love before you, i will take that chance to say to her that i have found someone else and that is you Tiara -Adam

I'm gonna be your queen if you want to be my king this Space of heart will be nothin' if i ain't got ya honey -Tiara

                                          

Selasa, 17 Juni 2014

Space Bound *Part 2 (What's going on with my mind?)

Sudah 5 tahun sejak perginya jejak kaki itu, jejak kaki yang tidak akan di lupakan oleh Adam. Jejak kaki Shela. Sepertinya jejak kaki itu masih ada di hati Adam. What's going on with my damn mind, God?

5 tahun yang lalu, di dapati undangan untuk Adam. Undangan pernikahan Shela dan pacarnya. Adam tidak berniat untuk mendatanginya namun apa daya Adam harus berjiwa besar untuk mendatangi pernikahan Shela dengan kekasih barunya. Dengan pakaian ala kadarnya Adam mendatani pernikahan tersebut. Setelah saling berjabat tangan, Adam tidak mau berlama lama di situ memandangi mantan pacarnya yang masih di sayanginya itu menikah dengan orang lain.

Semua masih terngiang ngiang di pikiran Adam. When the fuck can i forget about her?! Arghhhhhhh!!! Adam mengeluh dalam hati. Buat dia tidak ada yang lebih special dari Shela. Bahkan sudah 5 tahun, Adam belum mendapatkan pengganti Shela. Di tempat kerja, di mall, di warnet, di lingkungan rumahnya, di lapangan, dimana pun tidak ada yang bisa menggantikan Shela.

Shela, why do i so hard to forget you? It's too hurt if i always remember you.

DI sebuah lamunan Adam ada suara yang mengejutkannya "Hei mas Adam! Kok ngelamun mulu kerjaan kamu, emang kerjaan kantor kurang?" ternyata itu bundanya Adam, Bunda Azura. Nama yang cukup bagus untuk seorang ibu ibu.

"Eh! Astaga mom, bunda ngagetin aku aja, hehe aku belum bisa move on Bun" Jawab Adam setengah kaget.

Bundanya hanya bisa tersenyum dan tertawa kecil melihat anak laki satusatunya itu ternyata masih terjerat oleh 'Cinta'. "Bagaimana kalau kamu ambil cuti minggu depan? Kita liburan buat refreshing. Kamu kan hampir ga pernah ambil cuti selama kerja." Kata Bunda Azura mengusulkan.

Adam baru sadar sudah bertahun tahun Adam tidak mengambil cuti dari kantor. Maybe this is the time i have to try to forget you.

Di hari yang telah di tentukan oleh sang Bunda, Adam hanya bisa menurut oleh pilihan sang Bunda. Adam pun meminta cuti selama seminggu dari kantor kepada bosnya, dan pasti bosnya membolehkan karna masih banyak kesempatan untuk cuti bagi Adam.

Pergilah ke tempat pilihan sang Bunda, dengan waktunya yang di sesuaikan beliau pula. Bunda Azura memang paling tau caranya untuk menghibur Adam. Mungkin itu mengapa Adam sangat menyayangi sang Bunda.

Ternyata Adam dan sang Bunda pergi ke kota kelahiran Adam. Bandung. Owyeah Bandung! Long time no see you buddy. Selama ini Adam sudah hampir lupa untuk pergi ke tempat ini, mengunjungi rumah neneknya, bertemu dengan sanak saudara dan lain lain. Ya, Adam merasa lebih tenang dan sepertinya sudah bisa melupakan. Aku harap.

Sampai di tanah Bandung, Adam menghirup nafas sedalam dalamnya Hemmmm tidak ada yang lebih nikmat dari ini, terima kasih Tuhan telah ciptakan tempat ini.

Adam dan sang Bunda pergi ke rumah neneknya Adam. Di rumah sang Nenek, Adam bsia bertemu neneknya (sudah pasti), paman pamannya, opungnya, sepupu sepupunya, dan banyak lagi. Disini tempat Adam bisa mencari ketenangan dari gangguan Shela dan kerjaan kerjaan kantornya.

"Yaampun cucuk nenek sudah besar yaaa udah 5 tahun nenek ga ketemu kamu lho adam." kata neneknya penuh rindu.

"WAW! CUCU OPUNG SUDAH BESAR RUPANYA YA!" kata opung (kakek)nya dengan logat bataknya yang khas.

"Hihihihi, nenek, opung, sekarang Adam sudah kerja di sebuah kantor di daerah Jakarta" kata Adam penuh kebanggaan.

Semua orang disitu sangat terkejut sekaligus terharu mendengarnya, dulu Adam yang hanya bisa mengganggu temannya sekarang sudah bisa menjadi orang sukses. Adam pun ikut terharu karna mereka terhar. Namun, lama kelamaan mereka semua bingung mengapa mereka terharu terlalu lama. Akhirnya, suasana di pecah oleh kedatangan Tiara, seorang penjual kue keliling langganan neneknya Adam dan akhirnya........

                                                     Bersambung ke Part selanjutnya


Senin, 16 Juni 2014

Space Bound *Part 1 (If it is called hurt, i swear it's more than that)


So after a year and six months, it’s no longer me that you want But I love you so much it hurts.

Lagu itu masih terdengar di kuping Adam, dia tidur sambil mendengarkan lagu Space Bound nya Eminem yang di repeatnya sampai dia tidur dan bangun lagi. "Ahhh, gile masih aja nyantol di kuping ni headshet" kata Adam bicara sendiri sambil melepas headshet dari kupingnya.

Apakah Adam mendengarkan Space Bound tanpa sebab? That is big NO, Adam is a rapper dan buat dia rapper punya cara sendiri untuk galau. Salah satunya mendengar lagu lagu Rap yang melow.

Adam baru putus dari pacarnya, Shela. Pacarnya gimana ya emmm ketauan selingkuh gitu deh. Jadi ceritanya Adam lagi jalan kaki untuk pulang ke rumah, di perjalanan pulang dia melihat pacarnya bersama lelaki lain turun dari mobil di depan rumah Shela. Shock, detak jantung Adam berdebar sangat kencang dan tangan kanan kirinya sudah membentuk sebuah bola yang siap menghajar siapapun. DI hajar lah si lelaki tersebut.

"Siapa ni cowo?!" sambar Adam dengan berani setelah mnghajar si lelaki.

"Maaf aku bisa jelasin" Kata shela.

"Jelasin ke dia sayang" kata si lelaki itu.

"Sayang?! lu manggil cewe gua sayang?! Emang harus gua kasih pelajaran lu ya!" Kata Adam sambil ingin menghajar lagi. Namun dngan sigap Shela menahan tangan Adam.

"Maaf dam, dia pacar aku yang lain. Selama ini aku punya pacar dan aku, ngeduain kamu dam. Tapi kamu pria yang baik dan tegas, aku selalu nyaman saat bersamamu, namun aku di jodohkan dengan orang tua ku." Jelas Shela.

"WHAT?! But how can it be sweetheart?" tanya Adam penuh kebingungan.

"It's just a long story dam, don't call me 'sweetheart' or 'baby' or what, i have been with him dam, please understand me" kata Shela.

Hampir tak bisa berkata dan hanya dua kata yang bisa di keluarkan Adam "Thanks Shel" kata Adam sambil menoleh dan lari menuju rumahnya. Shela? hahaha it's a good story on my life if she was not with him, hmmm.

Semua kenangannya bersama Shela itu masih melekat di memori Adam.Makan bareng, nonton bareng, suap suapan, cubit cubitan pipi, semua seakan tak bisa pergi begitu cepat. Susah untuk melupakannya. Orang Tua Shela? Dari awal bertemu orang tua Shela sudah tidak merespon baik kepada Adam. Alasannya karna Adam selalu datang kerumah Shela tanpa membawa buah tangan. Adam merespon baik dengan alasan tersebut. Dasar matre! Pikir Adam.

Adam sadar bahwa dia bukanlah yang orang tua shela inginkan, dan Adam sadar bahwa Shela patut mendpatkan pilihan yang baik dari orang tuanya.

Saat terjatuh seperti ini, Adam biasa melamun tanpa sebab, kadang terfikirkan lagi soal dia dan Shela di 'masa lalu' mereka yang indah. Suatu lamunan Adam sempat sedikit dibuyarkan oleh suara dering hpnya di dapati sebuah SMS dari mantannya, Shela.

From : 08122324### <Shela>

Message: Hai Dam, lagi sibuk ga? Kalo engga, bisa ketemuan? Di tempat makan biasa yaa kalo bisa jam 2 aja, sms aku dulu tapi, see you!:)

Sebuah sms yang dirindukan Adam datang saat dia melamun. Mengapa saat ku pikirkan dirimu kau muncul? Apakah ini pertanda bahwa kau akan kembali? Pikir Adam.

Tanpa banyak basa basi Adam meng-iya-kan ajakan Shela. Mereka sudah sepakat akan bertemu di tempat biasa mereka makan 'dulu'. Entah mengapa perasaan Adam mulai membaik, mungkin ada pertanda baik. Pikir Adam. Adam mengirim sms ke Shela untuk mengabarkan dia sudah di jalan dan menju ke tempat makan.

Mobil Adam terasa hampa tanpa Shela di sampingnya. Aroma wangi dari tubuh Shela sudah tidak bisa di rasakan oleh Adam lagi. Tidak ada lagi yang akan cerewet untuk membersihkan mobilnya lagi. Perempuan itu sudah bersama lelaki lain. Tapi mengapa mengajakku untuk bertemu?

Sampai di tempat makan, tanpa diduga ternyata Shela sudah sampai duluan. Bagaimana bisa Adam tau itu adalah Shela? Adam sangat tau pakaian favorit Shela. Sebuah baju lengan panjang berwarna Pink kesukaan Shela yang di berikan Adam di hari ulang Tahun Shela dan sekarang sedang di kenakan oleh Shela.

"Hay shel?" sapa Adam.

"hey dam" sapa balik dari Shela dengan penuh senyum di mukanya.

"Sendiri? Pacar kamu mana?" tanya Adam

"Engga aku sama pacar aku kok itu dia di mobil lagi nungguin"  Jawab Shela.

Sial. "Btw ada apa kau mengajakku kemari?"

"Aku hanya ingin minta maaf"

"Sudah ku maafkan, lalu? Bukankah kita sudah berbaikan saat pertengkaranku dengan pacarmu?"

"Aku hanya tidak enak padamu, tinggalkanmu begitu saja"

"Aku mengerti situasinya Shela, mohon sampaikan Salam Maafku pada pacarmu, ngomong ngomong aku masih ada urusan lagi, dan kasian pacarmu kau tinggalkan lama, Semoga kalian berbahagia ya" Kata Adam tegas dan tidak ingin Shela berkata lagi satu kalimatmu, walaupun Adam melihat Shela begitu sedih saat Adam mulai beranjak keluar. Maaf shela, Aku lebih sakit dari yang kamu rasakan sekarang."

                                                          Bersambung ke Part selanjutnya












Sabtu, 14 Juni 2014

Golongan Darah *Part 2 (This is what we should be)

Sampai di restauran, mereka menempati kursi dan memesan makanan. Mereka berbincang, berbincang apa kesibukan satu sama lain, dan di tengah pembicaraan Layla menghajar Michael dengan pertanyaan "oh iya, bagaimana pacarmu Bella? She'll be so angry if she know we are here". Mendengar kalimat yang berlanjut pertanyaan tersebut, Michael langsung melamun seperti habis melihat hantu. "Maaf, aku salah ngomong ya Michael?"

Tak begitu lama Michael tersadar dari lamunan "Eh! Maaf Bella, ah maksudku Layla, maaf aku melamun dan aku salah memanggil namamu."

"It's okey Michael, jawab dong pertanyaan aku!" balas Layla tanpa dendam dan memaksa kecil Michael untuk menjawab pertanyaannya.

"Me and Bella just broke up bel" kata Michael penuh kecewa dan mukanya langsung lesu. Bella? Jangan ingat dia lagi Michael! Dia mengeluh dalam hati.

"Oops, i'm so sorry Michael, i just dunno" kata Layla penuh rasa tak enak.

"It's okey layla, aku juga berencana mau menceritakan ini kok kekamu, tadinya sih mau nanti tapi kamu maksa aku ceritain sekarang sih" kata Michael  dengan nada meledek dan sambil menjulurkan lidahya keluar mulut sedikit.

"Ihhhh, jahat kamu ah baru ketemu udah bikin bete! Ngeselin!!" kata Layla kesal, dan mencubit kecil tangan Michael yang cukup besar.

"Adadaw, hey cubitan kamu yang kecil itu cukup bisa buat aku gabisa bayar makanan kita sekarang karna susah mengambil dompet lho, kamu gamau kan ambil dompetku di kantong belakang?" jawab Michael meledek lagi.

"AU AH BODO, MALES PUNYA TEMEN LEBAY!" kata Layla sangat kesal.

"Utuk utuk utuk, temen mungil ku marah ih lucu deh" Michael menjawab penuh canda. Michael dan Layla memang suka bercanda seperti ini, biasanya sih kalo sudah ngambek, Layla pengennya di traktir makan, apa aja, baso, sate, ketoprak apapun dia akan makan. Karna sekarang mereka berdua sedang di restauran Michael bisa dengan bebas ngejekin Layla, dan melupakan pacarnya. Aku tak mau sebut nama wanita jahat itu lagi, tak mau lagi.

Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan datang. Mereka makan bersama layaknya mereka adalah pasangan. Michael seperti sudah lupa akan sakitnya terhadap Bella namun kenangan itu tak kan pernah terlupakan. Amat manis. God damn it, i used to do this with that fuckin girl, make me forget about her at all God, please. 

Selesai mereka makan, seperti teman lama yang sudah lama tidak bertemu Layla nampak rindu bermain bersama temannya yang besar dan berkulit rada gelap itu. "jalan dulu yuk? Aku bete tau di rumah mulu sumpek." pinta Layla.

"kamu emang mau kemana Layla? Aku siap kok nganterin dan nemenin kamu" Kata Michael. Why the fuck
do i say this to Layla, huh, i used to say this to Bella, God please.

"Kemana aja asal sama kamu deh!" kata Layla bersemangat seperti anak kecil yang ingin di ajak jalan jalan. I miss you so much Michael, i want to be with you much longer, i love you.

Sebenernya, diam diam semenjak SMA rasa ingin 'hanya berteman' yang di rasakan Layla sudah berubah. Layla tidak pernah ingin punya pacar lain selain Michael. Tidak pernah akan mau. Michael buat Layla lebih dari seorang teman, Layla yakin untuk memilih Michael. Sangat amat yakin.

Mereka berdua masuk ke mobil Michael. Aroma mobil Michael yang khas tidak pernah akan di lupakan Layla walaupun sudah hampir 3 tahun Layla tidak masuk ke mobil itu. That's a long time i ain't with ya Michael, don't leave me anymore.

"kita ke puncak aja ya?" ajak Michael.

"YA! AYO!!" jawab Layla semangat.

Akhirnya mereka pergi ke puncak, sampai di puncak mereka membeli jagung bakar, minum susu jahe, dan lain lain. Ini yang Layla suka, kehangatan pertemanan mereka. Layla seperti tergerak hatinya untuk mengatakan sesuatu kepada Michael.

"Michael"

"Ya ada apa Layla?"

"Golongan darah kamu apa sih? aku lupa"

"A, kenapa?"

"cie sama kayak aku, kalo aku sayang sama kamu?"

Mendengar itu, muka Michael langsung memerah padam, Layla tahu. Michael merasa seperti hati kecilnya yang telah tersakiti itu, di ketuk lagi oleh Layla. Dan Michael membiarkannya masuk.

"Cie sama kayak aku" Jawab Michael untuk pertanyaan Layla.

Kali ini Layla yang bergantian mukanya memerah padam. Akhirnya kedua sejoli itu malam itu seperti pengantin baru, malu malu dan merasakan hal yang sama. Jatuh Cinta.

"Do you want to be my last, lay?" tanya Michael sambil memegang kedua tangan Layla.

"This is what i have been waiting for you to asking me about this, and i dont wanna waste my time to say no"
jawab Layla.

"Aku anggap jawaban kamu iya" Kata Michael.

"Don't leave me anymore Michael" kata Layla sambil memeluk Michael.

"No more, layla, this is my promise for you" kata Michael sambill memeluk Layla.

Mungkin ada orang yang dulu aku sayang dan mungkin sangat amat ku sayang. Namun, aku tau sekarang siapa yang harusnya aku sayang. Dan itu kamu Layla. -Michael

Maybe i must wait for you for a long time, wait for you to come to me, say you love me, and be with me forever, but i knew now, I wait for you and you get me now. -Layla


Jumat, 13 Juni 2014

Golongan Darah *Part 1 (pertemuan berujung perpisahan)

Saat itu Michael sedang diam dan duduk manis layaknya menunggu sesuatu yang tak kan pernah datang. Dia tetap memegang a cup of coffee nya dengan tangan kanannya dan mendengarkan musik kesayangannya lewat headshet. "dia kemana ya kok ga dateng dateng" kata Michael sembari meminum sedikit demi sedikit kopinya.

Dalam penantian yang kurang lebih sekitar 3 jam lebih, yang di nantikan datang juga. Bella. Bella adalah pacar Michael, mereka sudah menjalin hubungan pacaran selama kurang lebih 4 tahun dari mulai masuk kuliah sampe sekarang sudah lulus. Bella pergi meninggalkan Michael untuk melanjutkan beasiswa Satu Tahun di Amerika. Michael tanpa sepengetahuan  Bella sudah menunggu hampir 3 jam karna hari ini Bella pulang dan Michael pun berniat untuk menjemput kekasihnya.

Muka berseri sudah tampak di wajah Michael yang sudah menahan rasa rindu hampir setahun. Namun, saat Michael hendak menemui Bella, dia melihat Bella mengandeng seorang lelaki bertubuh gagah, dan dengan potongan rambut yang bagus. Perlahan lahan Michael melihat dan memastikan "benarkan itu bella bersama lelaki lain?" kata nya berbicara dalam hati.

Akhirnya dengan penuh rasa ragu Michael berjalan perlahan mendekati badan bella dan menepuk pundaknya sekali "Bella?"

Disitulah Bella membalik badan, mendengar suara khas pacarnya di Jakarta yang dia tinggal dan dengan grogi Bella menjawab "Mi-mi-michael? kok ka-ka-kamu disini?"

"siapa dia?" kata Michael sambil sedikit marah.

"dia emm dia.....maafkan aku michael namun aku sayang padamu" jawab Bella dengan grogi.

"jadi ini? Ini balasan aku dari kamu setelah kamu tinggal setahun lamanya, jarang kasih kabar, aku gatau kamu ngapain aja disana, dan sekarang kamu gandeng tangan dia kamu masih bilang sayang? Udah gila kamu ya?! Kita putus Bella, terima kasih untuk semuanya, aku harap kamu bahagia sama dia" kata Michael emosi sambil dan pergi tanpa menghiruakan omongan-omongan Bella. Dia pulang kerumahnya dengan tidak membawa apapun.

Selama Bella di Amerika, Michael memang selalu di hantui rasa cemas. Michael takut Bella selingkuh di Amerika. Karna Michael tau type cowo macam apa yang Bella mau. Dia menginginkan lelaki yang lebih tinggi dari dia dan berkulit putih. Michael dan Bella tingginya sepataran namun dikalangan teman teman meraka, mereka adalah pasangan tertinggi. Namun, kini semua itu seakan hilang dari pikiran Michael.

Layla adalah sahabat terbaik Michael dari SMP. Walaupun saat Michael menjalin hubungan dengan Bella, Layla bisa mengerti keadaaannya, karna Bella kurang suka Layla dan Michael terlalu berhubugan dekat. Sekarang, Michael menyesal pernah banyak menyisihkan waktu untuk Bella dan meninggalkan Layla,

Michael mengajak Layla untuk makan malam, dan dia berencana menceritakan semua yang hari ini terjadi. Michael berencana mengajak Layla makan malam di restauran tempat biasa mereka makan malam. Michael pun menjemput Layla dirumahnya.

Sampai di restauran, mereka menempati kursi dan......

                                                              Bersambung ke Part selanjutnya



Jumat, 06 Juni 2014

Problem and Dream 1

Hello guys. Di kesempatan kali ini, gue bakal membahas tentang apa ya emmm, rada mirip kayak curhat sih, tapi ini suara mereka. As we know masalah masing masing orang di muka bumi ini pasti beda beda. Makanya, gue mengajak beberapa temen buat mengutarakan cerita mereka bahkan gue juga mau sekalian ngutarain cerita gue juga.

Beberapa cerita yang udah masuk sih, kebanyakan cerita galaunya nih guys, nahhh buat yang merasa ceritanya sama, i am so really sorry, ga ada maksud nyindir. So check it out guyss.

Pertama ada temen gue namanya Adela Oktavia, kata Adel "Pertama kali ngeliat dia itu ganteng, manis, baik pula namanya Ravly Gani. Pertama kali gua liat dia gua langsung suka sama dia tapi, disatu sisi gua lagi menjalin hubungan sama pacar gue namanya Bayu Putra Pratama dia itu temennya cowok gue, dan gua ngejaga perasaan cowok gue didepan dia gua kayak orang gak suka gitu. Tapi setiap gua berantem sama cowok gue pasti ravly itu tau kalo gua lagi berantem sama bayu, dan ravly itu peduli banget sama gua tapi jelas nge FLY gue karna gua suka sama dia tapi lama kelamaan dia perhatian, terus dia nembak gua, tapi gua disitu masih pacaran sama bayu. Tapi gua bingung disitu gua suka sama dia dan gua tuh terpaksa pacaran sama bayu karna temen2 gua, dan selama 3 bulan pacaran akhirnya putus sama bayu tanggal 04 September 2013. Terus dia tau kalo gua lagi deket sama ravly entah dia tau dari mana mungkin dari temen temennya, tapi dia udah dapet pengganti gua juga namanya Annisa Rusta,, nah si ravly tau kalo bayu udah punya pacar terus dia nembak gua lagi gua terima karna gua suka sama dia, nah tanggal 24 Februari 2014 gua jadian sama RAVLY GANI dan gua pacaran sama dia itu udah 8 kali putus nyambung hahhaha tapi dia itu cinta pertama gua karena dia selalu buat gua galau biasanya tuh gua gak pernah galau karena cowok bukannya sombong yah.. dan pada tanggal 30 Mei gua resmi putus dan gua janji sama diri gua sendiri gua gak akan mau balika sama dia walaupun dia cinta pertama gua, ya kata orang sih cinta pertama itu susah dilupain yakalo untukk gua Bismillah deh buat ngelupain dia. Bye sekian." emm guys as you know, Pacar pertama belum tentu jadi Cinta pertama kalian lhooo, mungkin cinta pertama kalian adalah orang yang kalian ga duga duga, sabar adel, semoga sukses yaa.

Then, Maya Kharani, kata Maya sih "Cowo itu seenak mulutnya, kalo udah ngerasa bosen ditinggalin gitu aja". Come on the boys, masih jaman apa ninggalin cewe karna bosen? Inget masih punya saudara perempuan yahhhh. Sabar maya sabar.

Then, Novita Dewi, kata Novita, "kok dia foto ga ngajak gua dah, udah dia bawa anak kecil lucu lagi, aturan disebelah dia ada............." mungkin maksudnya ga ada Novitanya kali ya, hemmm yang sabar yaaa, buat cowo yang di kodein, yang ngekodein udah galau berat kayaknya, peka dong broh.

After that, Dwi Ayuningsih. kata Dwi, "Suruh cowo itu peka soal perasaan cewe gitu tur" ga jauh beda sama Novita ya, yaa yang di galauin ayolah peka sedikit, btw ada plusnya dari Dwi "Mama kuh cepet pulang anaknya kelaperan gitu tur" #Comedy.

And ada Homoan gue *lah ada Fahm Nashiruddin. Kata Fahmi "Nanti kalo gua udah gede gua pengen ke osaka jepang, kuliah di STAN atau engga UNAIR, terus punya rumah di jogja, punya kelompok temen sendiri, punya rumah yang gua desain sendiri, punya mobil, lulus stan kerja di perpajakan, jadi walikota surabaya atau tangerang selatan, pengen jadi menteri keuangan, lulus kuliah sampe S2, ngebanggain orang tua, ngebangun masjid kalo punya duit banyak, punya piaraan singa, ketemu JKT48, pengen tinggal di surabaya, naik gunung bareng temen, punya galeri gambar sendiri dirumah masa depan ntar, lulus UN 2015 punya usaha apa aja, punya rumah yang deket jalur kereta api, jadi orang baikkk, naik haji, pengen jadi politikus, sama pengen naikn haji orang tua" Subhanallah, mulia sekali dirimu kawan, semoga apa yang kamu inginkan tercapai ya kawan *Aamiin* btw buat JKT48 ada temenku yang mau ketemu nih hehehe..

Last, ada gua juga, Muhammad Fathurrahman ada yang kenal sebagai Mario Teti, gue punya problem. Gue pengen bahagiain orang orang yang gue sayang dari mulai keluarga besar, bahkan pacar. Gue sayang sama Keluarga besar, dari mulai Ibu Lini, bapak Nanu, mba farah, ade fay, nenek, eyang, opung, ayah dono, papa haris, mama ina, kaka icha, dek riza, dan semuanyaaaaa termasuk pacar gue lia. Setiap hari gue selalu mikir gimana caranya biar gue bikin mereka senyum, bahagia, ketawa karna gua sepeertinya selalu salah menggunakan cara yang menurut gua bener. Setiap hari gue ingin mereka ketawa karna gue. Pacar dan Nyokap. Dua mahluk cantik ini entah kenapa secara ajaib gabisa nerima lawakan gue dan ketawa karnanya yang ada malah marah atau mungkin juga gue salah caranya atau apa gatau. Pokoknya gue bercita cita untuk menjadi Rapper dan Stand Up Comedian. Gue berjanji pada diri gue sendiri saat gue jadi Stand Up Comedian terkenal, di panggung yang megah gue akan membuat mereka tertawa terbahak bahak, i will show them that i can make them laugh so hard!

 Ya, guys itu tadi cerita temen temen gue dan gue, we have a problem tapi Allah pasti kasih solusi. Mungkin kita punya masalah besar dan rada rumit, kita punya mimpi yang tinggi, tapi yang bisa lakukan adalah melakukan yang kita bisa lakukan. Apapun hasilnya, percaya lah Rencana Allah Lebih baik. Peace yo guys and keep calm:D

 *notes: jika didalamnya ada unsur yang tidak menyenangkan mohon dimaafkan tidak ada unsur mengejek, atau menyindir pihak manapun, sumber di ambil dari narasumber langsung. Yang buruk pasti datang dari saya sendiri namun yang baik hanya milik Allah. Sekian dulu ya guys!



You'll Love This Sh#t

Cari Blog Ini