Jumat, 19 September 2025

Pandora Ocean - Doa dalam Asap Kretek


Ada jarak yang tak pernah selesai kutempuh,
lalu kretek jadi kawan, menyalakan sunyi di tiap helai abu.
Asapnya menari, membawa pergi resah,
membungkus hening yang lama singgah.

Di antara linting, ada sabar yang ku uji,
ada waktu yang kucoba tenun kembali.
Setiap tarikan jadi tanda tanya,
tentang hidup yang terus berjalan, meski hati kerap tertinggal di belakangnya.

Aku menulis bukan untuk siapa-siapa,
hanya catatan pada dinding jiwa.
Kretek ini saksi, diam tak pernah membantah,
hanya ikut terbakar, habis, lenyap bersama gelisah.

Seribu alasan kumiliki untuk terus bertahan,
meski sesak datang, meski luka enggan pergi pelan.
Dan ketika hari berakhir tanpa jawaban pasti,
aku tahu—diri ini masih belajar berdamai,
sampai waktu sendiri yang berhenti.

Minggu, 27 Juli 2025

Pandora Ocean - Di Lengkung Ruang dan Waktu, Aku Menunggumu

 


Di antara bintang yang berpendar jauh,
dan gelombang waktu yang terulur lambat,
namamu kusebut dalam senyap semesta,
bagai gema yang menolak punah.

Aku berjalan di tepi gravitasi,
menyusuri kelengkungan realita,
di mana detik tak lagi adil
dan jarak hanyalah ilusi cinta.

Kata para ilmuwan, ruang dapat membengkok,
waktu bisa melambat,
dan aku percaya—
rinduku pun bisa menembus keduanya.

Jika lubang hitam mencuri cahaya,
biarlah cintaku jadi lensa—
membelokkan semua kemungkinan
agar semesta mempertemukan kita.

Karena meski langit melengkung
dan waktu berserakan seperti pasir,
aku akan selalu berada
di koordinat yang sama:
menunggu kamu, Permaisuriku.

You'll Love This Sh#t

Cari Blog Ini