"jadi, Lo kenalan sama dia dari mana tadi?"
"Tinder"
.
.
Oke, kenalin, gue Rendi. Another time, another story. Maybe some of you been asking the same thing i did. "Why the sh#t the previous story was not even updated and now the sh#t is gone". Well, i'm asking the same thing, actually. I don't know, the author been sick of that, maybe? *Yeah, kinda, thanks Ren* Oh no problem.
Gue adalah orang yang biasa sih. Bisa lah deket sama siapa aja. Contohnya waktu bulan puasa, gue bisa deket sama bapak bapak yang ngasih gue makanan ringan untuk berbuka saat sedang dalam perjalanan dari Bandung - Jakarta. Kami ngobrol banyak lumayan.
Yah gue ngobrolnya sama bapak bapak emang. Ga pernah berani ngobrol sama cewe, walaupun duduk udah sebelahan. Gue tetep diem aja padahal harusnya kan PD aja ya? Mungkin, ini karena gue udh kelamaan sendiri. #np Kunto Aji - Terlalu Lama Sendiri. Duh.
Setelah gue udah lama banget sendiri, gue sadar gue udah hampir bulukan. Saat lagi nonton Spiderman : Far From Home di hp tiba tiba ada suara "download tinder bego" dan dengan reflek nya gue langsung download tanpa ada keraguan.
Gue membuat info yang sangat jujur. Laki laki, muka tua, suka banget sama anak muda. Walaupun sempet hopeless, ternyata lumayan juga ada yang "match" sama gue. Tiga orang lah, setidaknya. Lumayan kan?
Mereka bertiga ialah Ratih, Vina, dan Suci. Dari mereka bertiga, cuma Vina yang mau bales chat gue. *lo nih kasian banget ya, udah cuma 3 yang match, terus cuma seorang lagi yang mau bales* It's not your business, Thor.
"Punten"
"Mangga"
"Vina nya ada Bu?"
"Ga ada, Vina lagi pergi keluar kota"
Seenggaknya itu lah percakapan pertama kami sebagai orang yang baru aja "kenalan" dan sebagai orang yang udah lama bulukan banget, gue gatau sih cara gue ini salah apa engga. Engga kali ya?
#ToBeContinued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar