Gue masih ga ngerti, maksudnya Marco tuh apa sih?! Masa iya gue demen sama cewe model Karina? Yang jarang ketawa, orangnya sok serius gitu.
.
.
*di kelas*
"Lo tuh ketua kelas! Kalo guru ga dateng harusnya cari informasi!" Gue di hajar sama Karina pake kata kata dia yang sok bijak. Tau apa dia? Cih
"Kalo gitu kenapa ga lo aja yang cari informasi?! dan sekalian gantiin gue jadi ketua kelas!" Jawab gue ketus dan langsung ke meja piket buat cari informasi soal guru mata pelajaran yang ga masuk.
Ternyata, emang bener guru gue ga masuk tapi ga ngasih tugas berat. Cuma di suruh baca buku sejarah halaman 111-150 terus di rangkum. Gue langsung suruh sekretaris buat tulis di papan tulis dan gue suruh temen temen kelasan gue buat ngerjain. Ngomong apa lo Kar?!
.
.
*istirahat*
"Barusan lo berantem sama Karina, nyadar ga di liatin satu kelas?" Tanya Gamel
"Peduli setan. Ora urus!"
.
.
*di kelas, pelajaran terakhir*
"Saya akan membagikan kelompok untuk tugas minggu depan, yaitu membuat penelitian tentang Kebersihan Lingkungan. Untuk lokasi, kelompok kalian yang tentuin."
Gue ga pernah tau kalau hidup gue bakal lebih parah dari sebelumnya. Sampai akhirnya...
"Kelompok ke 5 akan di ketuai oleh Rico Agus Rahman, lalu di ikuti oleh Marco Dwi Cahyo, Demian Indra Pratama, Gamaliel Januardo, dan Karina Mariam" oh shit.......
"Gue harap kita bisa kerja sama ya, Pak Ketua" dengan nada yang di tinggikan di bagian 'Pak Ketua', Karina fix nyindir gue. Gue cuma jawab dengan menganggukan kepala tanda mengiyakan.
.
.
*di cafe*
"Lo kayaknya harus rada kalem deh sama Karina, inget dia pacar Ketua Osis, lo tau kan ketua osis kita anak kepala sekolah, salah salah lo bisa di laporin dan di keluarin dari sekolah." Kata Demian ngingetin gue.
"Santailah, kalaupun gue di ancam keluar dari sekolah, mereka juga ga punya bukti kuat" jawab gue santai.
"Silahkan 4 ice cappucino nya mas" pesenan gue berempat dateng.
"Nah, ni hotel enaknya di apain deh? Biar nanti kalau misalnya bener kita punya modal bisa langsung di kerjain." Tiba tiba Marco mencairkan suasana.
"Kasih kolam renang enak tuh" jawab gue
"Ga sekalian lo kasih ikan noh? Biar jadi empang sekalian" bales Demian
"Dasar bocah bego!" Jawab Gamal kesel
Kami ber 4 ngabisin waktu di Cafe StarBox cukup lama sampai jam dinding udah nunjuk ke angka 5 dan langit mulai gelap. Tanda kami harus pulang atau kami ga bakal bisa nongkrong di sini lagi karna uang jajan di potong.
.
.
*di kamar rico*
"Lo kenapa ga jujur aja sih kalo demen sama Karina?"
Gue kepikiran kata kata Marco kemarin. Kenapa sih dia bisa nanya hal aneh kayak gitu? Gue? Karina? Demen? Iya gitu?
"RICO MAKAN MALEM!"
"IYA BUN OTW KE BAWAH"
.
.
*ruang makan*
"Kok kamu mukanya gitu?" Tanya nyokap
"Gapapa Bun, banyak tugas di sekolah" jawab gue boong
"Kalau ada masalah sama cewe cerita ada ke Bunda, lagian kamu kan udah gede, jangan pacaran diem diem di belakang bunda dan ayah!"
"Bener tuh kata Bunda, kalau udah dapet langsung bawa kesini cewenya!" Timpal bokap
DUAR! Gue merasa abis di tembak bokap nyokap pake senapan angin. Ini kenapa gue jadi deg deg an gini ya. Gue ga menjawab omongan BoNyok. Tapi semua kebetulan ini menanggu. Apa jangan jangan.......ARGHHH PUSING, BODO AH!
.
.
*keesokan harinya*
Kerja sama dengan Karina bukan perkara yang sulit, ternyata. Dia adalah tipe orang yang on time, dan penuh ide. Dia juga orangnya asik, bukan tipe cewe yang gengsi kalau berada di dalam lingkaran cowo saat sedang sendiri. Di situasi seperti ini sebetulnya, gue merasa sedang di uji.
.
.
*kafe StarBox*
"Jadi menurut kalian, kita enaknya lokasi untuk meneliti cocoknya dimana?" Tanya gue ke kelompok.
Semua bingung kecuali Karina.
"Di lingkungan rumah gue sebenernya lagi ada pemerataan kesehatan, jadi Ketua RW gue ngadain cek kesehatan gratis dan itu wajib untuk seluruh warga komplek gue."
"Oh boleh tuh, kapan acaranya?"
"Besok, tepat hari Minggu dari jam 8 - jam 12 doang. Kalau kita mau wawancara harus cepet, gimana?"
"Oke, gue sih ga ada masalah, gimana yang lain?"
Marco, Demian dan Gamel diem semua. Mereka sedang merencakan sesuatu yang ngeselin. Let me guess, you guys can't come tomorrow, right?
"Aduh sorry besok gue harus anter nyokap belanja" alasan Marco.
"Aduh besok ya? Kayaknya gue ga bisa deh, besok rencananya sekeluarga ke puncak." Alasan Demian
Mereka berdua beralasan normal sampai giliran Gamal ngasih alasan.
"Aduh sorry jam segitu, hari Minggu pula. Gue ga bakal bisa bangun, dari pada nunggu gue kenapa ga kalian berdua dulu aja?"
Gamal sialan. Demian sialan. Marco sialan. Sesuai dugaan gue, mereka akan membuat gue dan Karina ngerjain tugas kelompok bareng BERDUAAN.
To be continued...
"Mengapa hatiku cenat cenut tiap ada kamu? Mengapa salah tingkat tiap kau tatap aku" -Sm*sh, I Heart U-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar